Home Berita Gerak Cepat Pemkab Muba Tangani Bayi Terlantar

Gerak Cepat Pemkab Muba Tangani Bayi Terlantar

SEKAYU,MUBA – Guna memenuhi kebutuhan dasar anak, yang meliputi bantuan pemenuhan kebutuhan dasar, aksesibilitas pelayanan sosial dasar, peningkatan potensi diri dan kreativitas anak, penguatan orang tua/keluarga dan penguatan lembaga kesejahteraan sosial anak, Satuan Bakti Pekerja Sosial Perlindungan Anak (Sakti Peksos PA) bersama Dinas Sosial beserta pihak RSUD Kabupaten Musi Banyuasin mendatangi Polres Kabupaten Muba untuk berkoordinasi terkait dengan adanya bayi yang ditinggalkan di RSUD Sekayu pada tanggal 18 April 2018.

Menurut keterangan dari pihak rumah sakit bayi tersebut dilahirkan oleh seorang perempuan yang mengaku namanya Dona Anisa dalam keadaan prematur dengan berat badan 9.8 gram normal.

Ibu yang tega meninggalkan bayi tersebut melahirkan melalui jalur umum tanpa membawa identitas apapun dan alhasil setelah melahirkan siang hari itu, sang ibu izin pulang untuk mengurus administrasi seperti KTP dan KK, namun 2 minggu bahkan sampai detik ini, Selasa (05/06/2018) tidak ada kabar dari sang ibu.

Selain itu, pihak rumah sakit juga sudah menghubungi kepala desa yang diterangkan sang ibu, namun menurut kepala desa tersebut tidak ada warganya yang bernama Dona yang dalam keadaan hamil.

Terpisah dengan keterangan dari Pihak Sakti Peksos PA Muba Indah Masruroh mengatakan bahwa pihak Peksos dan Dinsos telah berkoodinasi dan bekerjasama dengan pihak P2TP2A dari Dinas pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan anak terkait perlindungan serta pendampingan Bayi.

Selain itu, ia juga menerangkan bahwa sesuai dg prosedur penemuan bayi terlantar Kemensos jika informasi tersebut sudah disebarkan masih tidak ada tanggapan/ laporan dari pihak bersangkutan, maka bayi tersebut dinyatakan bayi telantar.

“Kami telah berkoordinasi dengan LKSA EL-Nuza jika memunkinkan bayi dititipkan atau melalui pengasuhan sementara dengan menyeleksi calon orang tua yang siap mengasuh dan mengurus bayi, jika sudah tidak ada dari pihak keluarga yang mengakui bayi tersebut, semua yang kami lakukan demi kepentingan terbaik anak sesuai UU Perlindungan Anak,” ungkapnya.

Terakhir ia berharap bayi tersebut dapat berkumpul bersama keluarganya sama halnya dengan anak-anak lain, bisa merasakan kehangatan kasih sayang sang ayah dan ibu.

 

 

Comments are closed.