Arsip Berita - Website - Musi Banyuasin
Bupati dan Wakil Bupati
Tuesday, 21 November 2017
Forum Musyawarah Pemangku Adat Muba Gelar Rapat Tahunan
news

Sekayu, mubakab.go.id- Forum musyawarah pemangku adat Kabupaten Musi Banyuasin (Kab.Muba), Selasa (17/10/2017) menggelar rapat tahunan untuk memperdayakan dan melestarikan adat istiadat serta membentuk desa adat dan juga mengenai rumah adat yang sekaligus menjadi kantor forum musyawarah pemangku adat.

Rapat tahunan yang diadakan di Wisma Atlet Sekayu ini dihadiri Bupati Muba yang diwakili oleh Plt Sekda Muba H. Apriyadi, S.sos.,Msi., Asisten III Pemkab Muba, Ketua Pembina Adat Kab. Muba, OPD, anggota musyawarah pemangku adat Kabupaten Muba, dan diikuti 64 orang peserta yang yang terdiri dari ketua forum, wakil ketua forum musyawarah pemangku adat kabupaten dan perwakilan marga di tingkat kabupaten.

Dalam kesempatan ini, Wakil ketua forum musyawarah pemangku adat Kabupaten Muba Dr. H. Yusman Haris mengatakan bahwa rapat tahunan forum musyawarah pemangku adat kabupaten Muba yang dilaksanakan tersebut untuk mengevaluasi dan menampung unsur dan saran dari pemangku adat masing - masing di tiap Kecamatan

Sementara Plt. Sekda Muba H. Apriyadi, S.sos.,Msi., dalam sambutanya menyampaikan bahwa dalam pelestarian dan pemberdayaan adat istiadat yang ada di Kabupaten Muba, Pemkab dan DPRD Muba mempunyai keinginan untuk mengubah prilaku kebiasaan yang tidak baik, seperti membatasi pesta malam.

“Pemerintah sudah merencanakan proses persedakahan untuk membatasi acara pesta malam, karena berdasarkan monitoring yang telah dilakukan lebih banyak hal negatif seperti menggunakan narkoba,”ungkapnya.

Selain itu, menurutnya Kedepan pemangku adat di tiap kecamatan Muba berdampingan dengan camat diminta untuk bersosialisasi bahwa ada kearipan lokal budaya lokal yang masih layak untuk dipertahankan, seperti gotong royong, prosesi pernikahan yang bisa dipromosikan sehingga warga luar mengetahui adat istiadat dan budaya Kabupaten Muba,”tutupnya.

 

Reporter : Fajri Romadona

Editor : Lis Sak Odah

called