Home Berita Lakukan Transformasi Pembinaan, Dicky Inisiasi ‘Pramuka Generasi Z’

Lakukan Transformasi Pembinaan, Dicky Inisiasi ‘Pramuka Generasi Z’

PLAKAT TINGGI, MUBA – Mantan Ketua Harian Kwarcab Pramuka Kabupaten Muba, Dicky Meiriando, S.STP, MH., menyampaikan materi dalam tema menjadi Pramuka Z, Generasi Z adalah Generasi yang lahir diatas tahun 1995. Generasi ini lahir dikala internet sudah booming. Adapun karakteristik Gen-Z yaitu sangat gemar sosmed, bisa mati gaya tanpa gadget, menyukai audio dan visual, multi tasking dan kritis dalam berpendapat.

Tentu metode pendidikan kepramukaan yang kita berikan kepada mereka tidak bisa disamakan dgn zaman kita dulu. Harus ada transformasi mengikuti era mereka.

“Pramuka Gen-Z tidak hanya dikenalkan dengan teknik komunukasi dengan menggunakan pluit morse, bendera semaphore atau dengan radio amatir. Saat ini mereka butuh pelatihan tentang teknik komunikasi kekinian dengan menggunakan Internet of Think (IoT) baik itu desktop, laptop, tablet hingga smartphone,” terang pria yang juga Plt. Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Musi Banyuasin.

Transformasi juga lanjut Dicky, terjadi pada kegiatan pertemuan pramuka yang kita kenal dengan istilah jambore. Sejak tahun 1920 diadakan Jambore yang diikuti oleh perwakilan pramuka seluruh dunia. mereka bertemu secara langsung.

“Saya mengistilahkannya ini Jambore 1.0. Pada tahun 1957, hadirlah Jambore On The Air (JOTA), yaitu Jambore yang diikuti perwakilan pramuka dunia yang pesertanya tidak perlu berkumpul di satu tempat cukup berkomunikasi dengam audio via radio amatir. (Jambore 2.0). Kemudian sejak tahun 1995 hadirlah Jambore On The Internet (Jambore 3.0),” tuturnya.

Ditambahkan Dicky, Untuk Para Pembina Pramuka Gen-Z tentu diharapkan mampu membekali peserta didiknya dengan pemahaman dalam menggunakan internet sehat dan ber-sosmed secara bijak. Sehingga adik-adik terhindar dari bahaya konten negatif yang ada di dunia maya. “Inilah kenyataan yang ada dan yang dihadapi oleh Para Pramuka Generasi Z,” tukasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Drs H Apriyadi MSi mengapresiasi atas pelaksanaan Perkemahan Kampung Wirakarya Tahun 2018 Kwaran Gerakan Pramuka Plakat Tinggi, di Bumi Perkemahan Komplek Puskesmas Suka Damai Desa Suka Damai Kecamatan Plakat Tinggi, Senin (2/7/2018).

Menurutnya Perkemahan Kampung Wirakarya merupakan bentuk perkemahan yang mengkolaborasikan langsung peserta kemah dengan masyarakat dan berbagai pihak terkait, dan juga karena gerakan pramuka bertujuan membentuk para anggotanya agar memiliki kepribadian yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, berjiwa patriot, taat hukum, disiplin serta mengamalkan Pancasila.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bukti nyata dalam mensosialisasikan dan menerapkan kegiatan kepramukaan di masyarakat, untuk itu kami selaku Kwarcab Gerakan Pramuka dan Pemkab Muba mengucapkan selamat atas terselenggaranya kegiatan ini dan terima kasih untuk persiapannya selama ini semoga dapat terlaksana dengan baik sesuai yang kita harapkan,” ujar Apriyadi saat jadi pembina upacara pembukaan Perkemahan Kampung Wirakarya.

Dalam kesempatan itu pula Sekda mengajak semua pihak terutama para andalan, baik di tingkat cabang, ranting maupun yang berada di gugus depan untuk lebih merapatkan barisan dan menyatukan gerak langkah untuk percepatan dalam pembentukan karakter kaum muda Indonesia, serta meningkatkan kualitas Gugus Depan sebagai Wahana pendidikan karakter bangsa dan bertanggung jawab sesuai dengan jenjang tingkatan kepramukaan.

Sementara Nanang Apriyansyah mengatakan kegiatan itu akan berlangsung pada tanggal 1 – 6 Juli 2018 bertempat di Bumi Perkemahan Puskesmas Suka Damani Kecamatan Plakat Tinggi, dengan peserta total berjumlah 216 orang berasal dari Kwarran Plakat Tinggi dan Tungkal Jaya.

“Melalui kegiatan Kampung Wirakarya ini diharapkan peserta perkemahan mampu menjadi bagian dari masyarakat dalam menjalankan kehidupan sehari-hari pada desa atau kampung yang menjadi main camp/sub camp menggali potensi ekonomi, pariwisata dan potensi desa, serta menambah wawasan peserta di bidang pembangunan desa, kreatifitas, inovasi, kesehatan, pendidikan, dan nilai budaya,” papar Nanang.

Comments are closed.