• 14 Oct 2020
  • Comments

Berdayakan Masyarakat Terdampak COVID-19 Bersih-bersih Wisata Air

BATANG HARI LEKO, - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin yang dikomandoi Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA bersama Wakil Bupati Muba Beni Hernedi terus melakukan upaya pemberdayaan masyarakat di tengah pandemi COVID-19. Kali ini melalui Dana Intensif Daerah (DID). Pemkab Muba mengajak puluhan warga terdampak COVID-19 untuk bersih-bersih Danau Siarak di Desa Tanah Abang Kecamatan Batang Hari Leko (BHL), Selasa (13/10/2020).

Wakil Bupati Muba Beni Hernedi yang turun langsung dalam kesempatan tersebut mengatakan, kegiatan itu contoh padat karya dampak pandemi COVID-19. Disamping membersihkan lingkungan danau, dilakukan juga kerja padat karya membuang gulma (hama air) dengan memberdayakan warga yang terdampak COVID-19 di sekitar reservat perikanan.

"Kalau dibiarkan bisa menganggu kehidupan biota yang ada di Danau Siarak ini. Jadi, hari ini kita sepakat bersih-bersih gulma bareng warga," ungkap Beni Hernedi.

Dikatakan Beni, danau ini masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia Awards 2020 dengan kategori Wisata Air.

"Oleh sebab itu harus kita dorong bersama, membantu menjaga kebersihan dan kelestariannya," tuturnya.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Perikanan Muba Hendra Tris Tomy mengungkapkan kondisi Danau Siarak saat ini, memang dipenuhi gulma yang menyebabkan tipisnya oksigen di dalam air, hal itu membuat ikan di danau migrasi atau mati, sehingga berkurangnya populasi ikan. Oleh karena itu diinisiasikan pemanfaatan DID dengan mengikut sertakan masyarakat sekitar untuk melakukan pembersihan danau.

"Ada 57 orang masyarakat yang telibat melakukan pembersihan danau selama enam hari berturut-turut. Setiap hari per orang dibayar Rp.120 ribu. Masyarakat yang ikut membersihkan itu adalah terdampak COVID-19, dari kalangan tidak mampu dan mau bekerja," beber Tomy.

Bukan hanya itu, sambung Tomy, pihaknya juga mengikutsertakan ibu-ibu yang berada di sekitar Danau Siarak yang terlibat langsung dalam hal konsumsi.

"Pekerja itu makan siang ditanggung, ada makanan ringan untuk pagi dan sore, itu melibatkan ibu-ibu sekitar," ucapnya.

Kegiatan yang dibantu oleh Dispopar Muba, DLH Muba, PDAM, Kominfo Muba dan instansi lain itu, diharapkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak COVID-19 melalui program padat karya menggunakan DID.

"Selain itu juga kita berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dapat lebih ditingkatkan. Sehingga membuat populasi ikan lebih banyak dan dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya," pungkasnya.

Share: