Home Berita Dodi Reza: Semua Warga di Muba Harus Tinggal di Rumah Layak Huni

Dodi Reza: Semua Warga di Muba Harus Tinggal di Rumah Layak Huni

LAIS,MNS – Tidak hanya percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang terus digenjot Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin, tetapi kandidat Doktor Universitas Padjajaran ini juga memfokuskan untuk peningkatan kesejahteraan dan kelayakan hidup warga Muba.

Seperti misalnya Selasa (16/4/2019), Penerima Penghargaan Kepala Daerah Inovator dari Kementerian PUPR atas inovasi aspal karet tersebut melaunching Program Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan Pencairan Dana Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap II Tahun 2019 di Desa Purwosari Kecamatan Lais.

“Hari ini 1.300 lebih penerima PKH dari Kecamatan Lais, dalam hatiku ini adalah suatu keadaan yang miris karena kecamatan Lais ini salah satu dari dua kecamatan di Muba yang paling banyak masyarakat yang perlu mendapat perhatian karena dibawah garis kemiskinan,” ungkapnya.

Dodi menegaskan, dirinya akan konsen memutuskan rantai kemiskinan di Muba. “Ke depan rumah tidak layak huni jangan sampai ada lagi di Kabupaten Muba, warga harus tinggal di rumah yang layak,” tegasnya.

Dodi menuturkan, tahun ini akan ada sebanyak 225 rumah tidak layak huni yang akan diperbaiki di Kabupaten Muba. “Secara syariat agama kita telah melakukan syariat agama dengan baik. Bisa 500 rumah setiap tahun kita bangun untuk rakyat. Belum lagi zakat perusahaan, bayangkan berapa puluh miliar kita akan menerima zakat yang disalurkan untuk masyarakat miskin,” jelasnya.

Dijelaskan, mayoritas pendudukan Muba tercatat 80 persen merupakan petani karet dan sawit, anjloknya harga komoditas sawit dan karet beberapa tahun ini telah dicarikan solusinya, dan dengan inovasi aspal karet serta biofuel dipastikan harga karet dan sawit di Muba ke depan tidak akan bergantung lagi dengan pasa internasional.

“Alhamdulillah saat ini solusi untuk mendongkrak harga karet dan sawit sudah ada. Inovasi Aspal karet dan biofuel akan kembali meningkatkan kesejahteraan petani karet dan sawit di Muba,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Lais Drs Deni Sukmana MSi mengatakan acara hari ini sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat Desa Purwosari. “Sebanyak 3.198 penerima PKH di Kecamatan Lais, dan untuk Desa Purwosari Jumlah PKH paling banyak yaitu 396 penerima PKH. Alhamdullilah Program PKH di Kecamatan Lais sesuai dengan petunjuk Kementerian Sosial dan didistribusikan melalui Bank BRI,” imbuhnya.

“Mayoritas penghasilan masyarakat disini yaitu bergantung dengan tanaman karet, dan Alhamdullilah melalui UPPB pasar lelang mengalami kenaikan harga, selain itu di desa ini akan dilakukan revitalisasi program pertanian melalui program pusat. Masyarakat disini siap mendukung penuh program hilirisasi karet serta revitalisasi pertanian, sehingga kecamatan Lais tidak hanya maju di bidang perkebunan karet namun juga akan mengeluarkan hasil beras yang berkualitas,” jelasnya.

Terpisah, Ismed (45) petani karet Desa Purwosari Kecamatan Lais mengungkapkan rasa terima kasih dan bersyukur mempunyai Kepala Daerah seperti Dodi Reza Alex Noerdin. “Program Bedah RTLH ini sangat kami harapkan, kami sangat berterima kasih dengan pak Dodi,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama Bupati Muba memyerahkan bantuan sebanyak 219 alat bantu penyandang disabilitas, 570 sembako untuk lansia, tali asih kepada TKSK (Tenaga kerja sukarela) sebanyak 15 orang, tagana sebanyak 20 orang dan Laptop 2 unit kepada anggota PKH (Pendamping keluarga Harapan).

Comments are closed.