Home Berita Dodi Reza Pemimpin Influencer Generasi Millenial

Dodi Reza Pemimpin Influencer Generasi Millenial

PALEMBANG- Ratusan mahasiswa Fakultas Hukum (FH) strata 1, strata 2, dan program Doktoral Universitas Sriwijaya (Unsri) mengenakan almamater lengkap berwarna kuning memadati aula lantai 8 FH Tower Unsri, Kamis (19/9/2019). Suasana ini rupanya rangkaian kegiatan Kuliah Umum Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex Noerdin yang mendapatkan undangan langsung dari FH Unsri untuk memaparkan tema Perspektif Rencana Strategis (Renstra) Kabupaten Muba Menuju Muba Maju Berjaya 2022. “Ini kesempatan yang sangat berharga. Bupati Muba Dodi Reza adalah sosok pemimpin yang sangat konsen di bidang pendidikan dan percepatan pembangunan infrastruktur,” ujar Wakil Rektor IV Unsri, Dr A Muslim M Agr.

Lanjutnya, paparan pada kuliah umum kali ini akan menjadi serapan ilmu bagi mahasiswa-mahasiswi FH Unsri untuk bekal kelak menjadi pemimpin masa datang. “Beliau (Dodi Reza) sosok yang layak jadi pemimpin panutan,” ulasnya.

Dekan Fakultas Hukum Unsri, Dr Febrian SH MS menyebutkan, kepemimpinan Bupati Muba Dodi Reza sudah teruji dan secara histori tidak bisa dipisahkan dengan FH Unsri. “Sejak beliau duduk di DPR RI sudah tidak bisa dipisahkan dengan Unsri, pak Bupati Dodi Reza ini juga sosok pemimpin yang saat ini sangat konsen dengan bidang pendidikan dan percepatan pembangunan, Bupati Muba Dodi Reza ini bisa disebut sosok pemimpin influencer generasi millenial,” tegasnya.

Diungkapkan Febrian, banyak kontribusi yang diberikan Bupati Muba Dodi Reza terhadap kemajuan FH Unsri. “Saat beliau duduk di DPR RI juga banyak yang dibantu untuk terwujudnya pembangunan FH Tower Unsri yang memiliki delapan lantai yang merupakan tower tertinggi di Universitas Sriwijaya, dan Alhamdulillah hari ini juga kembali beliau memberikan bantuan,” sebutnya.

Sementara itu, Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin dalam kesempatan memberikan kuliah umum, menyebutkan warga Muba sangat bergantungan dengan komoditas perkebunan sawit dan karet. “Jadi, untuk menyiasatinya kita harus punya quantum atau terobosan supaya warga yang bergantung pada komoditas perkebunan tidak kesulitan.

Comments are closed.